Susah Fokus Dalam Belajar? Ini Cara Belajar yang Efektif Menurut Penelitian

Lagi musim ujian? Tugas sekolah dan kuliah lagi banyak-banyaknya?

 

Setelah berjam-jam belajar di sekolah atau kampus, kamu masih harus les atau mengerjakan tugas sampai malam. Sampai rumah, kamu belajar untuk ujian besok dengan kondisi badan sudah lelah dan kangen kehangatan kasur dan selimut.

 

Aktivitas belajar seperti ini menjadi rutinitas harian kamu. Apakah efektif? Jawabannya jelas tidak efektif. Memaksa diri untuk belajar dalam keadaan lelah dan mood yang tidak bahagia akan menimbulkan kejenuhan pada otak sehingga kamu tidak akan menyerap pelajaran dengan baik dan maksimal.

 

Menurut teori belajar kognitif, proses belajar harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan kemampuan intelektual seseorang, sehingga bisa menghasilkan respon atau stimulus pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi, keyakinan dan proses mental. Sehingga bisa disimpulkan bahwa proses belajar yang baik adalah belajar dengan cara yang menyenangkan.

 

Semua orang pasti punya gaya, teknik dan cara belajar yang sesuai dengan kenyamanan masing-masing. Nyaman adalah langkah pertama untuk bisa fokus dan enak belajar. Selanjutnya adalah menerapkan teknik belajar yang menyenangkan, efektif dan efisien. Bagaimana caranya?

 

 

1. Belajar tanpa dikejar-kejar waktu.

 

Contoh belajar yang dikejar-kejar waktu adalah Sistem Kebut Semalam (SKS). Kamu tidak mencicil proses belajar dan akhirnya ketika waktu ujian tiba, kamu akan kejar semua bahan pelajaran dalam satu malam. Pastinya hal ini tidak akan efektif dan kamu hanya akan merasa lelah.

 

Pastikan kamu belajar tanpa dikejar-kejar waktu supaya proses belajar terasa lebih menyenangkan. Biasakan untuk mengadaptasi konsep “nyicil belajar” untuk bisa mengerti dan memahami topik pelajaran dengan lebih baik. Ketika kamu menyicil proses belajar, kamu punya lebih banyak waktu untuk eksplor referensi dari Internet, buku, atau bahkan berdiskusi dengan dosen dan teman.

 

 

2. Belajar singkat dan sering

 

Belajar berjam-jam tidak membuat kamu lebih paham mengenai topik yang sedang dipelajari. Biasakan untuk belajar dalam porsi waktu yang singkat, namun sering kamu lakukan. Baca ulang buku catatan kamu dan hal-hal yang menjadi PR untuk kamu pelajari. Lakukan ini di sela-sela kelas, dalam perjalanan ke kampus atau ketika pulang ke rumah.

 

Belajar singkat akan menghindarkan kamu dari keram otak. Keram otak adalah momen dimana otak kita sudah tidak mampu menampung informasi tambahan untuk mengingat akibat sistem belajar kebut semalam. Dengan membagi waktu belajar, kamu akan lebih rileks dan tidak akan terbebani dengan bahan ujian atau tugas yang seabrek-abrek.

 

 

3. Menggunakan teknik Pomodoro

 

Kalau kamu termasuk orang yang suka belajar sendiri, teknik Pomodoro cocok buat kamu. Pomodoro adalah sebuah teknik belajar berdasarkan time management yang diciptakan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980. Francesco menemukan teknik ini ketika ia susah fokus belajar, dan akhirnya ia sadar bahwa ia harus belajar dengan interval waktu tertentu dan diberikan jeda istirahat supaya ia tetap fresh selama belajar.

 

Ilustrasi tekniknya adalah sebagai berikut:

 

 

Ketika kamu menerapkan teknik Pomodoro, kamu jangan fokus terhadap waktu ya. Santai dan jangan panik kalau topik yang sedang kamu pelajari memakan waktu cukup lama untuk dipahami. Inti dari teknik Pomodoro bukan pada seberapa cepat kamu menyelesaikan topik atau tugas dalam satu interval waktu, namun pada pemberian jeda istirahatnya. Teknik seperti ini disebut dengan spaced learning, yang lebih efektif untuk memasukkan konsep dan materi belajar ke otak.

 

 

4. Menggunakan teknik Feynman

 

Teknik Feynman adalah teknik belajar dengan seolah-olah mengajarkannya pada orang lain dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Teknik ini diciptakan oleh fisikiawan terkenal, Richard Philip Feynman, dan pertama kali dikenalkan dalam buku biography “Genius: The Life and Science of Richard Feynman” yang ditulis oleh James Gleick pada tahun 1993.

 

Kalau kamu adalah tipe orang yang suka belajar dengan cara “praktik” atau berinteraksi dengan orang lain, teknik Feynman ini cocok buat kamu implementasikan. Ada 5 step dalam teknik Feynman:

 

  • Pilih dan pelajari sebuah topik.
  • Ajarkan topik tersebut dengan bahasa sederhana dan awam kepada orang lain.
  • Cek bagian mana yang masih belum tepat atau belum kamu kuasai.
  • Pelajari dan pahami bagian tersebut.
  • Ajarkan kembali topik tersebut dengan bahasa sederhana dan awam kepada orang lain.

 

Inti dari teknik Feynman adalah mempelajari dan memahami dalam konsep yang sederhana dan ringkas. Jika dalam sebuah topik yang sulit seperti Matematika, Fisika, atau Kimia bisa kamu jelaskan kepada orang lain dan ia paham dengan penjelasan kamu, tandanya kamu sudah menguasai konsep tersebut dengan baik.

 

Seperti quotes terkenal dari Albert Einstein yang berbunyi “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.”

 


 

Lakukan teknik belajar sesuai kenyamanan dan kemampuan kamu. Jangan lupa untuk mempunyai kualitas tidur yang cukup dengan menghindari begadang atau belajar di malam hari. Ketika masa-masa ujian sedang berlangsung, luangkan 15-30 menit setiap hari untuk melakukan olahraga ringan. Hormon seperti dopamin, serotonin, dan norepinephrine yang muncul setelah berolahraga bisa membuat kamu lebih “bahagia” sehingga bermanfaat terhadap pola pembelajaran. Pikiran jadi lebih fresh dan materi belajar jadi lebih mudah untuk kamu cerna.

 

Untuk menambah motivasi kamu belajar, yuk bergabung di media sosial Kejar Mimpi untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi harian supaya kamu lebih semangat dan positif dalam mengejar mimpi.

Instagram

Twitter

Facebook

YouTube

TOP VIDEO
Kejar Mimpi | Ide bisnis startup yang menjanjikan
Pintar Mengatur Cashflow Demi Masa Depan
Mau coba Solo Traveling? Kenapa enggak!