Sering galau? Mungkin kamu sedang dalam fase Quarter Life Crisis.

Kamu berusia 20-an dan sering merasa galau, bingung dan susah menentukan arah dan pilihan? Tenang, itu hal yang wajar dan normal dialami oleh semua orang.

 

Hidup di usia 20-an merupakan fase hidup yang punya tantangannya sendiri. Kamu menginjak usia dimana kamu beralih dari remaja menuju dewasa. Ekspektasi terhadap kamu lebih tinggi dan tanggung jawab yang dibebankan ke pundak kamu terasa lebih berat dari sebelumnya.

 

Istilah untuk fase ini disebut dengan Quarter Life Crisis (QLC), yang merupakan suatu kondisi krisis diri di usia kisaran 25 tahun. Orang yang ada dalam fase ini akan mengalami kondisi krisis emosional yang melibatkan perasaan seperti depresi, frustrasi, terjebak dalam kecemasan yang tidak berujung, tidak bahagia, bingung, ketakutan dan merasa sulit untuk keluar dari emosi-emosi tersebut.

 

Orang yang berada dalam krisis ini akan kehilangan motivasi hidup, merasa gagal, kehilangan percaya diri dan makna hidup, bahkan dalam kondisi ekstrim mereka akan mengucilkan diri dan menarik diri dari pergaulan. Fase peralihan ini memang cukup sulit bagi sebagian orang karena munculnya berbagai problem kehidupan seperti percintaan, karir, keluarga, maupun finansial. Hal yang paling mendasar yang menimbulkan QLC adalah tuntutan untuk bersikap lebih dewasa dalam menentukan arah tujuan hidup dengan tanggung jawab yang besar.

 

“Aku harus melakukan apa?”

 

“Pilihan aku tepat nggak ya?”

 

“Aku sebenernya mau apa sih?”

 

“Kenapa dia lebih sukses dari aku?”

 

“Aku hidup buat apa”

 

 

Itu adalah beberapa pertanyaan yang akan kerap kamu lontarkan dan kamu terjebak dalam ketakutan terhadap diri sendiri.

 

Photo source: Pexels

 

Menurut peneliti dan pengajar Psikologi dari University of Greenwich, London, Dr. Oliver Robinson, ada empat fase dalam QLC. Pertama, perasaan terjebak dalam sebuah situasi entah itu pekerjaan, hubungan atau hal lainnya. Kedua, harapan bahwa akan muncul sebuah perubahan dalam hidup. Ketiga, mulai membangun kembali hidup yang baru. Keempat, mengukuhkan komitmen seputar aspirasi, motivasi dan tujuan.

 

Lamanya kamu terjebak dalam fase pertama tergantung dari cara kamu menyikapi situasi. Jangan berlama-lama ada dalam krisis emosi karena akan menghambat proses kamu dalam kejar mimpi. Ada beberapa cara supaya kamu bisa menghadapi fase Quarter Life Crisis dan fokus pada tujuan kamu.

 

1. Bersabar dengan proses diri kamu

 

Manusia sudah memiliki jatah rezeki dan kesuksesannya masing-masing. Semuanya tergantung usaha serta konsistensi dalam mencapainya. Proses dan jangka waktu pencapaiannya juga berbeda-beda, karena semua orang punya timeline hidupnya masing-masing.

 

Kamu bukan manusia sempurna, tapi manusia yang sedang mencoba untuk menjadi lebih baik untuk diri kamu sendiri dan mencoba berbagai opsi untuk hasil yang terbaik. Jika belum waktunya untuk berhasil, maka bersabarlah. Bersabar bukan berarti pasrah, tapi membiarkan dan mengizinkan diri kamu untuk melakukan yang terbaik sebisa kamu dan mengharapkan hasil yang terbaik.

 

2. Lakukan hal yang membuat kamu nyaman

 

Dalam fase transisi yang akan menguras emosi, kamu disarankan untuk melakukan hal-hal yang membuat kamu nyaman. Pasang musik atau olahraga untuk meningkatkan mood, baca buku self-help supaya bisa menambah motivasi. Jangan memaksa diri untuk melakukan hal yang sekiranya tidak akan membuat kamu nyaman. Hal yang paling kamu butuhkan saat ini adalah ketenangan dan keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja.

 

3. Jauhkan diri dari orang yang memberikan dampak negatif

 

Selain rasa nyaman, kamu butuh dikelilingi oleh orang-orang yang bisa memberikan kamu hawa positif. Pintar-pintar pilih pergaulan, jangan sampai terjerumus ke pergaulan ‘toxic’ yang akan memperkeruh suasana hati kamu. Pertemanan itu seharusnya positif dan saling membangun, bukan merugikan dan merusak ketenangan pikiran kamu.

 

4. Cari hobi untuk mengurangi stres dan lebih bahagia

 

Punya aktivitas kegemaran atau hobi bukan hanya berguna untuk menghilangkan penat, tapi ternyata bisa membuat hidup lebih sehat. Mengutip dari Kompas.com, penelitian terbaru membuktikan bahwa melakukan hobi bisa membuat hidup jauh lebih sehat serta menjauhkan kita dari segala macam penyakit.

 

Matthew Zawadzki, assistant professor of psychology di University of California, menganalisa detak jantung dan tingkat stres dari 115 orang dengan rentang usia 20 hingga 80 tahun untuk mencari tahu aktivitas mana yang menghasilkan tingkat stres paling rendah. Partisipan juga diminta untuk menulis dalam buku harian mengenai aktivitas yang dijalani dan perasaannya saat menjalani kegiatan tersebut. Hasilnya, responden yang menjalani hobinya memiliki detik jantung dan tingkat stres yang lebih rendah. Selain itu, sebanyak 18 persen responden juga merasa lebih bahagia setelah melakukan aktivitas tersebut.

 

5. Jangan membandingkan diri kamu dengan orang lain

 

Kamu boleh melihat kesuksesan orang lain sebagai motivasi untuk memacu semangat kamu, tapi tidak untuk menjadikan kamu terpuruk karena kamu merasa kurang sukses. Jalan dan cerita hidup masing-masing orang berbeda. Fokus dengan tujuan serta progres kamu, dan nikmati prosesnya.

 

6. Bersyukur dengan pencapaian kamu hari ini

 

Untuk mendapatkan ketenangan batin, kita wajib bersyukur untuk segala hal yang kita capai di hari ini. Bersyukur tidak perlu menunggu hasil yang besar karena ada banyak hal kecil yang membuat kamu hebat dan unik dibandingkan orang lain, dan kamu patut bersyukur untuk hal itu. Bersyukur juga untuk sandang pangan papan yang masih tercukupi hingga hari ini.

 

7. Hiduplah di masa sekarang

 

Hindari berpikir “seandainya”, karena hanya akan membuat kamu menyesali keputusan yang sudah kamu buat. Masa lalu tidak bisa dirubah, fokus di hari ini dan masa depan. Masa lalu untuk direfleksikan dan dievaluasi, sehingga kamu bisa berdamai dengan diri sendiri.

 

8. Berbagi dan menjadi manfaat bagi orang lain

 

Salah satu yang membuat kita merasa berarti adalah pengakuan dari orang-orang di sekitar kita. Pengakuan tersebut mulai dari ucapan terima kasih, syukur maupun ungkapan sayang. Akan ada kebahagian tersendiri ketika kita membuat orang tua tersenyum, membantu teman yang sedang dalam kesulitan, berbagi makanan ke orang-orang yang membutuhkan. Dengan begitu, pikiran kamu yang mengatakan bahwa kamu ‘tidak berguna’ akan terbantahkan.

 

9. Berdoa dan berserah diri

 

Kita semua adalah manusia yang diwajibkan untuk berusaha dan berserah diri. Kita tidak akan mampu melakukan apapun tanpa ada bantuan dari campur tangan tuhan. Berserah diri atas hasil akhir kepada Tuhan akan membuat pikiran dan jiwa kamu tenang. Rencana Tuhan pastinya akan selalu indah dan tepat buat kamu, percaya deh.

 

10. Temukan motivasi

 

Motivasi bisa didapat dari mana saja, baik dari teman, buku, film maupun bergabung di komunitas. Kamu bisa bergabung di komunitas gerakan sosial Kejar Mimpi yang fokus pada pembentukan karakter positif anak-anak muda Indonesia. Dengan berkumpul bersama teman-teman yang positif dan punya semangat serta jiwa sosial, kamu akan terpacu untuk maju dan tidak terpuruk dalam krisis emosi di fase Quarter Life Crisis kamu.

 

Yuk, follow media sosial Kejar Mimpi supaya kamu tidak ketinggalan informasi kegiatan yang bisa kamu ikuti.

Instagram

Twitter

Facebook

YouTube

 

TOP VIDEO
Kejar Mimpi | Ide bisnis startup yang menjanjikan
Pintar Mengatur Cashflow Demi Masa Depan
Mau coba Solo Traveling? Kenapa enggak!
Sudah Siap Meraih Mimpi Bersama Beasiswa #KejarMimpi CIMB Niaga 2019?