Kenali Sindrom Burnout Supaya Proses #KejarMimpi Kamu Lebih Lancar

Zaman modern dan serba cepat memberikan dampak kepada lingkungan pekerjaan. Pekerjaan terasa semakin melelahkan karena karyawan bekerja lebih keras untuk bisa bertahan di dalam persaingan kerja yang ketat dan bermacam tantangan yang muncul akibat perkembangan tren industri kreatif yang menimbulkan banyak perkembangan tren dan inovasi.

 

Industri kreatif dipandang semakin penting dalam mendukung kesejahteraan dalam perekonomian Indonesia, dengan kreativitas sumber daya manusia (SDM) sebagai sumber daya ekonomi utama. Oleh karena itu, kinerja SDM perlu diperhatikan guna bisa mengoptimalkan hasil kerja dan produktivitas.

 

Berdasarkan sebuah studi, salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kinerja SDM adalah kejenuhan dalam bekerja atau biasa disebut dengan burnout. Burnout adalah istilah psikologi yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang. Burnout akan terjadi ketika level stres karena pekerjaan sudah mencapai titik puncak.

 

Asal muasal istilah burnout

 

 

Istilah burnout diperkenalkan pertama kali pada tahun 1974 oleh seorang psikolog bernama Herbert Freudenberger. Ia menulis tentang fenomena burnout dalam sebuah artikel pada tahun 1974. Saat itu, Freudenberger yang bekerja sebagai psikiater di salah satu klinik kecanduan obat di New York melihat bahwa banyak tenaga relawan mengalami penurunan motivasi dan komitmen kerja yang disertai dengan gejala keletihan fisik dan mental. Freudenberg mendefinisikan burnout sebagai “keadaan kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh kehidupan profesional seseorang”. Selanjutnya Freudenberger melakukan observasi dan membuat daftar fase dan gejala burnout bersama koleganya, Gail North.

 

Pada tahun 1981, Christina Maslach, seorang psikolog sosial dari University of California, Berkeley, menggambarkan burnout sebagai kelelahan emosional, depresi, bersikap cenderung sinis, dan berkurangnya motivasi pribadi dalam pekerjaan.

 

Stamm, B dalam ProQUOL (Professional Quality of Life) Manual menjelaskan burnout dalam perspektif penelitian yang diasosiasikan dengan perasaan tanpa harapan dan kesulitan untuk melakukan pekerjaan atau kesulitan mengerjakan pekerjaan secara efektif. Stamm juga menjelaskan bahwa biasanya perasaan negatif akan muncul secara perlahan dan seseorang akan merasa bahwa usaha yang ia lakukan tidak membawa perubahan apapun.

 

Melalui definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kejenuhan kerja atau burnout merupakan suatu kondisi psikis negatif individu yang tampak dalam perilakunya, ditandai dengan tingkat kelelahan yang ekstrim, kejenuhan dan penurunan pencapaian prestasi diri akibat tekanan yang bersifat psikologis.

 

 

Apa saja sindrom burnout?

 

 

Mood dan tubuh kita sering memberikan sinyal bahwa kita sedang mengalami sindrom burnout namun sering kita anggap sebagai kelelahan atau stres biasa. Mengetahui gejala dari burnout sangat penting untuk keseimbangan emosi dan mental kamu supaya proses kejar mimpi kamu tidak terhambat. Apa saja sih sindrom dari burnout?

 

1. Rasa malas terus menerus muncul

Bangun di pagi hari diiringi dengan rasa malas untuk beraktivitas. Kamu tidak memiliki semangat dan motivasi, dan cenderung kehilangan gairah sama sekali.

 

2. Gampang marah dan sering mengeluh

Mood swing akan sering kamu rasakan sehingga kamu mendadak menjadi pribadi yang mudah marah, sensian, dan sering mengeluh. Kalau kamu ada pribadi yang biasanya ceria, perhatikan baik-baik perubahan mood ini. Tandanya kamu mulai mengalami kelelahan dalam bekerja.

 

3. Sulit untuk fokus dan berkonsentrasi

You are not in your right mind, sehingga kamu sulit untuk berpikir fokus, membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Pekerjaan kamu tidak ada yang selesai dan cenderung berantakan, sehingga kamu menjadi tidak produktif.

 

4. Melakukan kesalahan yang ceroboh

Kamu adalah orang yang teliti dan jarang melakukan kesalahan minor, namun tiba-tiba kamu melakukan kesalahan yang ceroboh yang sebelumnya tidak pernah kamu lakukan. Karena kamu tidak fokus, pikiran kamu akan kemana-mana sehingga kamu akan melakukan kesalahan dalam pekerjaan.

 

5. Masalah tidur

Ketika kamu merasa tertekan, pastinya sulit buat kamu untuk mempertahankan pola tidur yang teratur. Orang yang lelah secara mental kecenderungan akan mengalami kesulitan tidur di malam hari.

 

6. Perubahan fungsi diri

Orang yang lelah secara mental dapat mengubah kemampuannya untuk berfungsi dan bersikap di tempat kerja, seperti kurangnya kemampuan untuk berkomunikasi, sering absen, kurang antusias dalam proyek, rendahnya percaya diri dan cenderung menarik diri untuk bersosialisasi.

 

 

Apa yang menyebabkan terjadinya burnout dan apa dampaknya?

 

 

Mengutip dari artikel tentang “Penghambat Produktivitas yang Perlu Dicermati” yang ditulis oleh Haryanto F. Rosyid dan dipublikasikan di Buletin Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 1996, Profesor Robert A. Baron dan Jerald Greenberg menyimpulkan bahwa terdapat dua faktor yang menyebabkan kejenuhan kerja:

 

#1 Faktor eksternal (lingkungan)

Faktor yang timbul dari luar, seperti lingkungan kerja yang kurang baik, kurangnya kesempatan untuk promosi, atasan yang kurang manusiawi, imbalan yang diberikan tidak mencukupi, tuntutan pekerjaan, atau pekerjaan yang monoton.

 

#2 Faktor internal (individu)

Faktor yang timbul dari dalam individu atau diri sendiri, seperti kepribadian, harga diri, pengalaman pribadi, atau lingkungan keluarga. Dapat disimpulkan bahwa burnout tidak hanya berkaitan dengan tekanan pekerjaan saja, tetapi juga berasal dari lingkungan pribadi seseorang.

 

Ketika seseorang mengalami burnout dalam waktu yang panjang, maka bisa menyebabkan depresi serta gangguan mental. Ia akan mengalami hubungan personal yang buruk, baik itu dengan pasangan ataupun keluarga; mengalami masalah kesehatan dan hubungan yang tidak baik dengan rekan kerja. Ia juga akan memberikan kontribusi yang minim kepada perusahaan tempat ia bekerja, yang akan berdampak kepada penilaian negatif dalam hal kinerja. Tentunya ini tidak baik untuk proses kejar mimpi kamu kan?

 

Jika kamu mulai merasakan adanya kepribadian atau mood swing yang kontras ketika kamu berada di rumah atau di kantor, kamu harus mulai membicarakan dan berkonsultasi tentang kondisimu kepada teman, pasangan, orang tua dan atasan kamu. Cari solusi bersama untuk memecahkan permasalahan kamu. Bila perlu, ambil cuti untuk berlibur dan “berlibur” sejenak dari urusan pekerjaan.


Yuk bergabung di media sosial Kejar Mimpi untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi harian supaya kamu selalu semangat dan positif dalam mengejar mimpi :)

Instagram

Twitter

Facebook

YouTube

TOP VIDEO
Kejar Mimpi | Ide bisnis startup yang menjanjikan
Pintar Mengatur Cashflow Demi Masa Depan
Mau coba Solo Traveling? Kenapa enggak!