Gaya dan Jiwa Kepemimpinan ini Sebenarnya Ada di Diri Kamu!

Kalau kita lihat dari sosok pemimpin, biasanya identik dengan aura karismatik, punya visi misi ke depan, mampu mengendalikan apa yang dipimpin dan yang utamanya pandai bicara. Setuju nggak, Dream Warriors? Pemimpin nggak melulu digambarkan sebagai sosok yang pintar mempengaruhi orang dan paling depan. Karena sebenarnya setiap orang punya jiwa kepemimpinan sejak lahir tapi nggak semuanya yang menyadari atau menonjolkan diri itu.

 

Pada dasarnya seorang pemimpin itu ada di setiap kelompok, baik dalam organisasi maupun lingkup pertemanan. Cek deh di geng pertemananmu, pasti ada satu orang yang vokal dalam mengambil keputusan. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana dia menanggapi kondisi lingkungan serta sikap dalam diri sendiri. Ada pemimpin yang memilih untuk beraksi daripada menyampaikan kata-kata dalam mempengaruhi lingkungannya. Ada pemimpin yang memilih bersentuhan langsung dengan anggotanya supaya lebih dekat. Tinggal bagaimana cara kita masing-masing menunjukkan sikap kepemimpinan dalam kelompok atau perusahaan.

 

Bagaimana cara mengetahui gaya kepemimpinan seseorang?

 

Menurut Tim Elmore, seorang penulis di dalam bukunya tentang kepemimpinan, terdapat dua jenis seorang pemimpin,yaitu “habitual leader” dan “situational leader”. Habitual leader adalah orang yang secara sudah terbiasa untuk memimpin di keadaan apapun. Memang sangat beruntung memiliki jiwa kepemimpinan yang satu ini. Tapi bukan berarti “situational leader” itu buruk. Situational leader dibentuk dari situasi-situasi yang bisa mereka manfaatkan untuk menunjukkan kekuatan mereka.

 

A Leader is One Who Knows The Way, Goes The Way, And Shows The Way.
– John C Maxwell

 

Pemimpin yang paling efektif adalah mereka yang mampu menyesuaikan gaya mereka dengan melihat situasi seperti seberapa banyak tugas, kemampuan masing-masing anggota dan faktor-faktor lain yang mampu menyelesaikan pekerjaan.

 

Ada 4 gaya kepemimpinan situasional yang dijabarkan Dr. Paul Hersey, dalam bukunya "The Situational Leader," dan Kenneth Blanchard, dalam buku "One-Minute Manager."

 

1. Telling (S1): Kondisi dimana pemimpin hanya memberikan instruksi yang jelas serta mengawasi pekerjaan langsung dari pengikut/anggota. Pemimpin biasanya tidak melibatkan diri dalam proses pengerjaan tugas, sehingga hanya terjalin komunikasi satu arah.

 

2. Selling (S2): Gaya kepemimpinan ini lebih mengedepankan kolaborasi antara pemimpin dan pengikut/anggotanya sehingga tercipta komunikasi dua arah. Pemimpin cenderung memotivasi rasa percaya diri para anggotanya sehingga pemimpin terus membimbing dan siap bertanggung jawab atas proses pekerjaan.

 

3. Participating (S3): Pemimpin cenderung mendorong individu atau kelompok untuk saling berbagi ide. Ketika para anggotanya merasa percaya diri dalam melakukan pekerjaan, pemimpin hanya mengarahkan dan membantu anggotanya.

 

4. Delegating (S4): Gaya kepemimpinan ini cenderung tidak terlalu banyak terlibat dengan anggotanya. Pemimpin mengalihkan tanggung jawab atas proses pembuatan keputusan dan pelaksanaannya ke anggota.

 

 

Dari penjabaran tipe gaya kepemimpinan di atas nggak ada yang bisa disebut paling baik atau yang buruk. Pemimpin yang efektif butuh fleksibitas dan mampu beradaptasi di setiap situasi yang ada.

 

Apa aja tanda-tanda jiwa kepemimpinan yang sebenarnya ada dalam dirimu?

 

1. Bisa melihat potensi seseorang

Saat berdiskusi dengan orang lain, kamu tahu kemampuan dirinya yang sebenarnya dan bisa memberikan tugas sesuai porsi dan keinginannya.

 

2. Menjadi pendengar dan pemberi arahan yang baik

Seorang pemimpin nggak hanya memerintah saja, tapi kamu mampu mendengarkan kendala dan keluh kesah mereka. Setelahnya, kamu akan memberikan saran yang kamu bisa untuk kembali meningkatkan kinerjamu.

 

3. Menghargai keberhasilan orang lain

Meskipun hasilmu tidak memuaskan, kamu tetap bangga dengan keberhasilan orang lain

 

4. Mau belajar dan nggak menyerah

Bagimu, belajar itu dimana aja dan kapan aja. Kamu akan membiarkan diri untuk terbuka menerima pandangan baru dan terus kepo untuk mencari wawasan lainnya.

 

5. Bisa mengendalikan emosi di bawah tekanan

Dalam menyelesaikan masalah, kamu bisa berusaha untuk tetap tenang dan memberikan solusi yang logis.

 

6. Percaya diri dan berani #KejarMimpi

Pengalaman jatuh-bangun kamu dalam mengejar mimpi akan membuatmu semakin menguasai dan mengenal potensi dalam dirimu, sehingga saat terjadi sebuah masalah, kamu menanganinya dengan rasa yakin dan berani mewujudkan mimpi.

 

Apapun sikap yang ada dalam dirimu, kamu pasti bisa menjadi seorang pemimpin. Coba biasakan untuk menonjolkan sikap jiwa pemimpin yang ada di dirimu dan rasakan apa perbedaannya.

 

 

 

 

 

TOP VIDEO
Kejar Mimpi | Ide bisnis startup yang menjanjikan
Pintar Mengatur Cashflow Demi Masa Depan
Mau coba Solo Traveling? Kenapa enggak!
Sudah Siap Meraih Mimpi Bersama Beasiswa #KejarMimpi CIMB Niaga 2019?