Alasan Kenapa Generasi Milenial Senang Konten Tentang Kepribadian Manusia

Sadar nggak? Kalau di media sosial saat ini banyak banget konten tentang self development, tipe karakter manusia dan hal-hal yang menyinggung kepribadian diri kita. Pasti deh beberapa di antara kita pun juga senang ngelike konten tersebut karena merasa relate dengan kondisi yang kita alami. Di akun Kejar Mimpi aja, konten tentang self development, tes personal dan hal-hal yang berbau “me, myself and I” itu selalu jadi top posts loh setiap bulannya.

 

Konten terkait kepribadian disukai oleh banyak orang terutama generasi milenial. Konten ini juga nggak lepas dari personality test yang banyak beredar di Internet. Dan ternyata banyak orang yang menyukai konten personality test. Dilansir dari livescience.com, seenggaknya ada 1,5 juta orang per tahunnya yang melakukan tes kepribadian online dan 88% digunakan untuk merekrut orang-orang ke dalam universitas maupun perusahaan. Seru sih menjawab berbagai pertanyaan secara jujur serta mencari tahu seperti apa kepribadian kita. Tapi kenapa ya banyak orang yang menyukai tes kepribadian?

 

 

Usia generasi milenial adalah masa mencari jati diri

 

Bagi generasi usia 20-30an mungkin masih merasa kesulitan untuk memahami apa yang bisa dilakukan dalam hidup mereka. Membaca konten kepribadian dan mencoba tes kepribadian bisa jadi petunjuk untuk mengetahui siapa diri mereka dan apa yang disukai.

 

Dikutip dari insider.com, David Watson, seorang profesor psikologi di Universitas Notre Dame mengatakan usia 20-30an masih berusaha untuk membentuk identitas diri mereka sendiri, bagaimana mereka bisa masuk dengan lingkungan dan bagaimana mereka membentuk diri mereka berbeda dari orang lain. Sehingga konten kepribadian membantu mereka untuk menjawab rasa kepo tentang diri sendiri. Sedangkah tes kepribadian menjadi afirmasi terhadap apa yang mereka pelajari tentang diri mereka, perilakunya dan penyebab mereka bersikap.

 

Konten maupun tes kepribadian juga membuat mereka mengetahui lebih dalam tentang diri sendiri yang belum diketahui. Biasanya orang lain yang bisa lebih paham bagaimana karakter diri kita dan bagaimana kita bersikap. Tapi dengan tes kepribadian, kita jadi lebih tahu bagaimana mengontrol ego dan mengatasi emosi diri sendiri.

 

 

Manusia berusaha mencari pengakuan diri di lingkungan sosialnya.

 

Sebagai makhluk sosial, manusia pasti butuh pengakuan diri di lingkungan sosialnya. Mereka cenderung memiliki keinginan untuk dimengerti dan itu normal kok. Karena manusia pada dasarnya punya keinginan untuk mengelompokkan diri dengan orang-orang yang berpikiran sama hingga akhirnya tercipta penghargaan diri dari sesama dengan kepribadian yang mirip. Hal ini juga berkaitan saat berada di lingkungan yang baru. Seseorang akan berusaha mencari cara bagaimana ia bisa beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga ia diterima oleh kelompoknya.

 

 

Karena kita mau mengerti dan memahami seseorang

 

Kalau kata kebanyakan laki-laki, memahami perempuan itu susah. Tapi sebenarnya, memahami seseorang tanpa melihat gender itu aja sulit banget. Karena manusia sendiri punya perasaan dan sifat yang beda-beda. Tes kepribadian membantu kita mengetahui karakter tersembunyi seseorang ketika dihadapkan dengan sebuah situasi atau objek. Makanya banyak orang yang tertarik dengan tes ini karena mau mengerti sifat seseorang dan bagaimana menghadapinya.

 

Hal ini juga berhubungan saat di lingkungan kerja. Beberapa perusahaan menggunakan tes kepribadian untuk mengetahui bagaimana sifat dan kepribadian calon karyawannya. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa menemukan calon karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan tersebut.

 

Ngomongin tentang jiwa dan kepribadian manusia itu seru!

 

Karena kepribadian dan karakter manusia dialami oleh manusianya itu sendiri, maka nggak heran kalau kita sendiri yang suka mempelajarinya. Kita jadi lebih tahu apa kesukaan kita, apa yang membuat kita nyaman, apa yang membuat kita percaya dan lain sebagainya.

 

Tapi perlu diingat, tes kepribadian seperti MBTI dan Ennegram yang saat ini banyak beredar di internet nggak selalu akurat menurut yang dikutip dari psychologytoday.com. Hasil dari tes kepribadian bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan mood dan kondisi pribadi kita. Sah-sah aja kok untuk nyobain tes kepribadian sebagai hiburan. Apalagi sekarang banyak beredar tes-tes kepribadian yang dikorelasiin dengan karakter film atau karakter benda lainnya. Positifnya adalah kita lebih mengenal diri sendiri secara mendalam dan paham gimana menghadapi seseorang dengan kepribadian yang berbeda.

 

TOP VIDEO
Kejar Mimpi | Ide bisnis startup yang menjanjikan
Pintar Mengatur Cashflow Demi Masa Depan
Mau coba Solo Traveling? Kenapa enggak!
Sudah Siap Meraih Mimpi Bersama Beasiswa #KejarMimpi CIMB Niaga 2019?